“HIDUP MEMILIH UNTUK MENCATAT SEJARAH ATAU MENJADI PENCUNDANG !”

Sabtu, 05 Mei 2018

Bicara Soal

Tak ada yang lebih tabah dari adanya kisah jarak yang memisah,
antara sang Putri yang idealis pada setiap langkah
dengan raden penggila keseimbangan yang tak akan berubah.

Tak akan ada yang lebih hebat dari secuil serta dari negeri antah-berantah,
yang selalu dirindukan untuk segera bersua dengan menepis jarak dan waktu yang katanya cepat berubah.

Tidak akan pernah ada kebahagiaan yang menyiratkan luka,
selain lambaian yang disertai kata tuk segera mengusaikan dongeng kerajaan yang belum pasti terealisasikan.


Surabaya, 7 November 2017

Kamis, 25 Januari 2018

Sang Penyemoga



Berawal sejak kali pertama mata saling beradu
Dari sana saya merasa benar-benar jatuh
Terjatuh ke dalam dunia yang sebelumnya sempat tak diingini tuk berlabuh
Mana tahu ajian apa yang kau tabur, sampai saya memutuskan kembali bersimpuh

Dalam sudut malam usahaku selalu sama,
tuk menghindar namun hasilnya tak signifikan
Mengendap kemudian menjalar ke dalam rongga-rongga yang beratma
Akibat daya pikatmu yang tak terelakkan

Setiap kata milikmu yang terucap,
tak pernah benar-benar lepas dari benak
Berbicara denganmu terlalu lama,
berpotensi buruk pada gerak rasional
Berusaha lepas, malah rasa ingin tahu yang menjadi candu

Sedikit demi sedikit pendirian yang ada mulai terpengaruh
Berdusta dengan janji pribadi sebab karenamu
Kau pernah bertutur, aku tak bisa berteman dengan waktu
tapi harus kuakui, saat ini hanya dia satu-satunya tempat berharapku
agar dapat terus bertukar pikir denganmu
sampai Tuhan tanpa ragu memutuskan,
Kun Fayakun!


Surabaya, 25 Januari 2018
         Penyemogamu


Selasa, 26 Desember 2017

Kisah Hujan

Salam wahai penikmat hujan
Kuharap kau masih mencinta sang pembawa keberkahan
Tak pernah menyerah untuk menyiangi mawar yang tak kunjung mekar

Rintik hujan senja di bulan Juni
Membawa sejuta kisah yang alami
Kali ini, ia jatuh dengan hitungannya sendiri
Pantas saja, ia nampak kuat tak tertandingi
Semesta pun mendukung langkahnya yang berani

Jejak sang hujan terhenti
Langkahnya mulai tak pasti
Nafasnya tersengal seolah tak ada harapan lagi
Semuanya tinggal menghitung hari
Matahari jadi saksi, jagad raya ikut menangisi
Kisah sang hujan berakhir dengan menyayat hati


Magetan, 24 Juni 2017
-warsitana-

Minggu, 17 Desember 2017

Etos Kerja

Bicara soal etos kerja dalam perkumpulan sevisi, banyak yang belum bisa memahami. Nampak bekerja dengan totalitas tinggi, seolah semuanya diberikan dengan segenap keikhlasan diri, setelah ditilik kembali banyak yang harus berbenah sana-sini. Manusia memang mudah berpuas hati, tak dapat menyalahi karena ia bukan makhluk yang sidi, tapi setidaknya dapat dibenahi dengan evaluasi. Ah, ini sudah tradisi....

Sekadar informasi, TRADISI TAK SELAMANYA HARUS BERGEMING!!!


Surabaya, November 2017

Selasa, 19 September 2017

Hati Yang Tak Berakal



Ketika kepekaan dan hati sudah tak digunakan

Semua akan menjadi runyam

Ketika hati dan perasaan tak jadi rekan prioritas

Akal menjadi tak terkendalikan



Kau tahu mengapa Tuhan menciptakan akal?

Lalu darimana munculnya representasi hati?

Bagaimana caramu memahami hati yang sedang berbicara?

Kalau tak mampu kau jawab semua pertanyaan itu,

jangan harap kalau akalmu sudah kau gunakan sesuai kodratnya.



Surabaya, 12 Juni 2017
-warsitana-

Selasa, 25 Juli 2017

Lima huruf itu...

5 huruf yang membuat lusuh
5 huruf yang memberi candu
5 huruf yang tak pandang bulu
5 huruf yang berpadu menjadi satu,
tapi bisa menjadi mimpi buruk.

5 huruf yang menjadi alasan untuk temu
5 huruf yang disalahkan kala semua sudah hancur
5 huruf yang tak pernah melawan saat diserang dengan busur
5 huruf yang mampu indah di waktu kau butuh
5 huruf itu bisa kau panggil R I N D U...


-Warsitana-
Surabaya, 12 Juni 2017

Selasa, 30 Mei 2017

Cerita Senja....

Senja memang tak selalu indah
Kau tahu mengapa?
Karena ia hanya singgah
Tak selamanya menemanimu hingga di penghujung lelah


Tapi senja kemarin berbeda
Kau tahu mengapa?
Ia singgah dengan membawa sejuta cerita
Bercengkrama mengundang kebahagiaan
Pergi dengan melambaikan tangan,
tanpa meninggalkan luka,
 
terima kasih senja aku mulai belajar mencintamu.


-warsitana-
Surabaya, 25 Mei 2017